Cepatlah Sembuh
Pada liburan
yang panjang
Kita serasa,
dijuluki orang bimbang
Karena, saat
kita keluar deruan perasaan yang terus diambang
Keajaiban dan
cobaan yang transparan
Menjadikan
kita tebal keimanan
Dan sebelah
kiri dan kanan adalah rintihan dan kegelisahan
Dihadapan bumi
kita tak bisa mengelak
Hanya kita
sang insan yang akan, berpasrah kepada yang esa
Maka dengan
adanya, berkarya kita serasa bersekolah, dan bersahaja
Kita dapat
menyimpulkan semoga secarik pena doa semoga kembali normal seperti biasa.
Kali ini,
baitku bahagia
Lantas,
mengapa kubahagia?
Karena , semua
angin kegelisahan mulai menjiwa
Yang dulu
angin itu lemas, sekarang melambai menyatakan kesejukan
Rakyat mulai
bergembira,berdamai dan sejahtera
Bergotong
royong, dan saling menjaga
Terima senyum
dan lapang dada
Serasa
penyakit ini sudah diangkat oleh sang pencipta
Maka, Manusia
dapat menerima kehidupan baru, yang sejahtera dan bersahaja.
Segi kehidupan
Tatkala ibu memanggil, dengan nada
terengah-engah
Kujawab adaapa
dengan sang ibunda?, mengapa kau terengah-engah
Ibu menjawab,
ibu ini sudah lemas tak ada tenaga.
Jujur aku
sebagai anakmu, tak tau harus membalas apa
Tanpamu
sehelai rambutku, mungkin tak berada di muka bumi ini
Dimana aku
sering membuatmu gundah gulana
Menanti anakmu
untuk dewasa
Sambil
menjemur baju engkau berkata
“Ibu akan
membantu sampai engkau tumbuh, dan membanggakan, negeri nanti.”
Komentar
Posting Komentar